Dalam kitabnya, Irsyad
al-‘Ibad, Syaikh Zainuddin bin Abdul ‘Aziz ibn az-Zainuddin menceritakan
tentang sosok wanita di zaman Bani Israil yang mendatangi Nabi Musa guna meminta
doa dari beliau, agar kiranya Nabi Musa bersedia berdoa untuk memintakan
ampunan kepada Allah untuk dirinya.
Wanita : “Ya
Nabiyallah, Aku telah melakukan dosa yang sangat besar dan sekarang aku benar-benar ingin
bertaubat. Oleh karenanya, Doakanlah
aku, agar Allah mau mengampuni segala dosa-dosaku dan menerima taubatku”.
Musa : “Apa
dosamu?”.
Wanita : “Wahai
Nabi Allah, Aku telah melakukan Zina dan setelah aku melahirkan, aku membunuh anak
hasil zina itu”.
Musa :
“Pergilah kamu dari desa ini, wahai
Pelacur!!! Jangan sampai Api ‘adzab turun dari langit yang menyebabkan kita
semua terbakar sebab keburukanmu!!!”.
Mendengar
jawaban Nabi Musa, wanita itu menangis histeris, ia pergi dengan hati yang
hancur, kepada siapa lagi ia harus meminta pertolongan agar taubatnya diterima?
Nabi Musa yang menjadi Utusan Allah saja tidak berkenan untuk mendoakan,
apalagi yang lain?
Namun
tiba-tiba, Jibril datang menghampiri Nabi Musa.
Jibril : “Hai
Musa, Allah telah berkata kepadamu, Kenapa engkau menolak wanita yang benar-benar
ingin bertaubat? Hai Musa! Kamu tahu, siapa yang lebih buruk dari pada wanita
itu?”.
Musa : “Memangnya
siapa yang lebih buruk dari pada perempuan itu?”.
Jibril :
“Orang
yang meninggalkan Shalat, Dengan Sengaja!!!”.
Siapapun
Anda, Sebesar apapun dosa anda, Jangan ragu! Allah pasti akan menerima taubat-taubat
anda sekalian. Dengan syarat: Benar-benar
bertaubat dengan mengaku bersalah kepada Allah dan berjanji untuk tidak
mengulanginya lagi. Seperti wanita di atas tadi!
Mari
kita sama-sama membaca istighfar……
Astaghfirullaah al-‘Adziim……
Astaghfirullaah al-‘Adziim……
Astaghfirullaah al-‘Adziim……
Innallaaha Ghofuurur Rochiim……

No comments:
Post a Comment