Wednesday, 1 January 2014

Meninggalkan Shalat Dengan Sengaja




Dalam kitabnya, Irsyad al-‘Ibad, Syaikh Zainuddin bin Abdul ‘Aziz ibn az-Zainuddin menceritakan tentang sosok wanita di zaman Bani Israil yang mendatangi Nabi Musa guna meminta doa dari beliau, agar kiranya Nabi Musa bersedia berdoa untuk memintakan ampunan kepada Allah untuk dirinya.

Wanita    : “Ya Nabiyallah, Aku telah melakukan dosa yang sangat besar dan sekarang aku benar-benar ingin bertaubat.  Oleh karenanya, Doakanlah aku, agar Allah mau mengampuni segala dosa-dosaku dan menerima taubatku”.

Musa      : “Apa dosamu?”.

Wanita    : “Wahai Nabi Allah, Aku telah melakukan Zina dan setelah aku melahirkan, aku membunuh anak hasil zina itu”.

Musa      : “Pergilah kamu dari desa ini, wahai Pelacur!!! Jangan sampai Api ‘adzab turun dari langit yang menyebabkan kita semua terbakar sebab keburukanmu!!!”.

Mendengar jawaban Nabi Musa, wanita itu menangis histeris, ia pergi dengan hati yang hancur, kepada siapa lagi ia harus meminta pertolongan agar taubatnya diterima? Nabi Musa yang menjadi Utusan Allah saja tidak berkenan untuk mendoakan, apalagi yang lain?
Namun tiba-tiba, Jibril datang menghampiri Nabi Musa.
Jibril     : “Hai Musa, Allah telah berkata kepadamu, Kenapa engkau menolak wanita yang benar-benar ingin bertaubat? Hai Musa! Kamu tahu, siapa yang lebih buruk dari pada wanita itu?”.
Musa     : “Memangnya siapa yang lebih buruk dari pada perempuan itu?”.

Jibril     : “Orang yang meninggalkan Shalat, Dengan Sengaja!!!”.

Siapapun Anda, Sebesar apapun dosa anda, Jangan ragu! Allah pasti akan menerima taubat-taubat anda sekalian. Dengan syarat: Benar-benar bertaubat dengan mengaku bersalah kepada Allah dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Seperti wanita di atas tadi!

Mari kita sama-sama membaca istighfar……

Astaghfirullaah al-‘Adziim……
Astaghfirullaah al-‘Adziim……
Astaghfirullaah al-‘Adziim……
Innallaaha Ghofuurur Rochiim……

No comments:

Post a Comment